Suzuki Tornado Series
Suzuki Tornado GS 110 dan GX 100

Nostalgia Suzuki Tornado GS dan GX Series, Bebek 2 Tak Penerus RC Series

Diposting pada

MotorUpdate.net – era tahun 80 dan 90 an nampaknya menjadi masa-masa kejayaan dari motor 2 tak, tak terkecuali motor bebek 2 tak. Hal ini karena di era tersebut peraturan Pemerintah masih memperbolehkan motor 2 tak untuk diproduksi. Hingga akhirnya Pemerintah menerbitkan peraturan baru mengenai regulasi emisi gas buang yang imbasnya motor-motor 2 tak tidak boleh diproduksi lagi karena emisi gas buangnya tidak ramah lingkungan. Salah satu motor bebek 2 tak yang legendaris adalah Suzuki Tornado GS dan GX Series yang merupakan produk motor bebek 2 tak buatan Suzuki Indonesia. Sejarah Suzuki Tornado dimulai dari tahun 1994 sebagai penerus Suzuki Crystal yang menjadi generasi terakhir RC Series.

Nostalgia Suzuki Tornado GS dan GX Series, Bebek 2 Tak Penerus RC Series

Pertama kali motor ini diproduksi pada tahun 1994 dan bertahan hingga 10 tahun lamanya serta harus stop produksi di tahun 2004. Motor bebek ini tentunya mengusung mesin 2 tak yang dibekali dengan teknologi Jet Cooled seperti pada generasi RC sebelumnya. Suzuki Tornado ini hadir dalam dua tipe atau seri yaitu Suzuki Tornado GS 110 dan Suzuki Tornado GX 100.

Secara desain motor ini sangat berbeda sekali desainnya dengan generasi sebelumnya yaitu Suzuki Crystal dan Bravo. Bentuknya terlihat lebih besar dan terkesan sebagai motor bebek modern. Pada saat itu, banyak masyarakat yang bilang bahwa motor ini merupakan versi murah dari Suzuki RG Sport yang dipasarkan di Indonesia. Pada era tersebut, rival berat dari motor ini adalah Yamaha F1Z yang diproduksi oleh Yamaha Indonesia.

Suzuki Tornado Series
Suzuki Tornado GS 110 dan GX 100

Suzuki Tornado GS 110

Tipe pertama yang diproduksi oleh Suzuki Indonesia adalah GS 110 yang sesuai dengan namanya mengusung mesin 110 cc 2 tak dengan teknologi Jet Cooled. Mesinnya ini sama persis seperti mesin yang digunakan pada Suzuki Crystal. Suzuki GS 110 juga sudah dibekali dengan rem depan cakram serta menggunakan knalpot racing model 2 tak.

Besaran power serta torsi yang dihasilkan oleh motor ini ternyata cukup mengejutkan untuk motor bebek kelas 110 cc. Mesin GS 110 ini mampu menghasilkan power maksimal diangka 13 dk pada putaran 7.500 rpm serta torsi maksimal diangka 12,5 Nm pada putaran 7.500 rpm.

Kemudian di tahun 1997, motor ini mengalami penyegaran di beberapa bagian seperti pada bagian striping dengan model baru. Serta beberapa part atau bagian yang dibalut dengan finishing chrome seperti pada spion, knalpot, cover shock belakang dan foot step dan lainnya.

Suzuki Tornado GX 100

Di tahun 1997 bersamaan dengan refreshment GS 110, Suzuki juga menghadirkan tipe yang kedua yaitu Suzuki Tornado GX 100. Perbedaannya jika dibandingkan dengan GS 110 adalah pada bagian kubikasi mesin, pengereman, serta desain knalpotnya. Selain ketiga hal tersebut secara desain masih sama persis dengan GS 110.

Sesuai dengan namanya, motor bebek 2 tak ini mengusung mesin 100 cc yang sama digunakan pendahulunya yaitu Suzuki RC100. Selain itu, model knalpot dari seri ini terkesan lebih kalem karena menggunakan knalpot model lurus dengan finishing chrome. Untuk bagian pengereman pada bagian roda depan masih menggunakan rem tromol.

Untuk mesinnya seperti yang dijelaskan di atas mengusung mesin 100 cc 2 tak dengan teknologi Jet Cooled khas Suzuki. Mesinnya ini mampu menghasilkan power maksimal diangka 9,5 dk pada putaran 7.500 rpm serta torsi maksimal diangka 11,5 Nm pada putaran 5.000 rpm.

Akhirnya di tahun 1997 pula motor ini harus berakhir kejayaannya karena sudah mulai muncul pengganti motor ini yang lebih powerful yaitu Suzuki Satria 120. Selain itu, berakhirnya kejayaan motor ini juga dikarenakan sudah mulai semakin banyak produsen otomotif roda dua yang memproduksi motor bebek 4 tak.

Nah, mungkin itu saja sedikit informasi mengenai Suzuki Tornado GS dan GX series. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Yamaha Crypton, Motor Bebek 4 Tak Yamaha yang Hanya Seumur Jagung

Gambar Gravatar
Saya seorang blogger otomotif dari Boyolali. Pertama kali ngeblog pada November 2012 awalnya sebatas iseng nulis pengalaman pribadi. Akhirnya lama kelamaan menjadi lebih mengarah ke dunia otomotif karena memang saya memiliki hobi di dunia otomotif. Terima kasih telah mampir di blog sederhana saya. Semoga tulisan-tulisan saya bermanfaat bagi pembaca. Aamiin

2 komentar

Silakan Berkomentar