3 Motor Honda yang Disuntik Mati di 2019

2
Honda BeAT Pop eSP

3 Motor Honda yang Disuntik Mati di 2019

motorupdate.net –  suatu produk yang akan dijual ke pasaran tentu saja sudah melalui riset dan pengembangan yang matang. Namun ketika suatu produk sudah mulai dijual ternyata ada juga yang jumlah penjualannya tidak memenuhi target atau bahkan malah tidak laku. Hal ini tentu saja ada beragam faktor yang membuat produk tersebut tidak laku. Tidak terkecuali dengan motor, ada beberapa varian atau jenis motor yang sebenarnya sebelum proses produksi massal sebenarnya sudah dilakukan riset dan pengembangan. Namun nyatanya setelah dilempar ke pasaran, mootor tersebut tidak mencatatkan target penjualan yang diharapkan. Dan akhirnya, pabrikan mau tidak mau harus menyuntik mati atau discontinue motor tersebut untuk tidak diproduksi dan dijual ke pasaran.

3 Motor Honda yang Disuntik Mati di 2019

Penyebab motor disuntik mati bisa karena penjualannya yang tidak baik, namun juga bisa karena faktor fitur/teknologi yang sudah terlalu usang. Atau juga karena tidak sesuai dengan selera pasar yang ada. Nah, berikut ini ada 3 jenis motor Honda yang di tahun 2019 ini secara resmi telah disuntik mati oleh Astra Honda Motor (AHM) selaku ATPM motor honda di Indonesia.

1. Honda Megapro FI

Nama Megapro sebenarnya sudah lahir sejak belasan tahun yang lalu. Pertama kali megapro hadir pada tahun 1999 dengan sebutan Megapro 160 NeoTech yang merupakan penerus dari keluarga GLPro series. Megapro 160 NeoTech ini juga sebagai alternatif bagi biker yang ingin membeli motor batangan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan Honda Tiger. Motor ini memiliki desain yang sudah membulat, tidak seperti GLPro yang desainnnya masih mengkotak. Motor ini masih menggunakan velg jari-jari dan hanya bisa bertahan selama 3 tahun saja.

Kemudian generasi kedua masih bernama Megapro 160 Facelift yang lahir di tahun 2002 dengan ubahan striping saja dan secara bentuk masih tetap sama. Kemudian di tahun 2004, hadir varian dengan pilihan velg racing (cast wheel) namun untuk mesih masih sama dengan sebelumnya. Generasi ketiga yaitu megapro 160 Advance yang lebih dikenal dengan nama megapro primus karena yang menjadi bintang iklannya adalah Primus Yustisio. Pada megapro primus ini secara desain telah banyak berubah. Desain sudah lebih mengikuti perkembangan zaman pada saat itu.

megapro primus_prengus

Generasi keempat di tahun 2010, AHM melakukan hal yang benar-benar baru pada Megapro ini. Kapasitas mesin yang tadinya 160 cc diubah menjadi 150 cc dan juga secara desain juga banyak yang berubah. Namanya berubah menjadi All New Megapro 150. Meskipun kapasitas mesin turun, namun tenaganya malah lebih besar dibandingkan dengan megapro sebelum-sebelumnya. Mesinnya masih menggunakan karburator.

Generasi terakhir (kelima) yaitu terdapat embel-embel FI di belakangnya yaitu Megapro 150 FI yang menandakan bahwa mesinnya sudah menggunakan teknologi injeksi. Varian ini dirilis pada 2014 dan tentu saja dengan penggunaan teknologi fuel injection motor ini diklaim lebih irit dibandingkan versi karburator.

Dan akhirnya di awal tahun 2019, AHM menyatakan bahwa nama megapro harus diistirahatkan dan secara resmi tidak diproduksi lagi.

2. Honda Blade 125 FI

Honda Blade pertama kali dirilis oleh AHM pada tahun 2008 sebagai alternatif motor bebek dengan desain yang lebih sporty dibandingkan dengan Honda Supra. Pada awal rilis, motor ini masih menggendong mesin 110 cc dengan ciri khas headlampnya yang menempel pada dek depan. Diluar ekspektasi, ternyata penjualannya di tahun kedua mengalami peningkatan yang luar biasa, bahkan melebihi target dari AHM.

Pada generasi kedua, Honda Blade masih tetap menggunakan mesin 110 cc namun dengan headlamp yang sudah berpindah ke atas di bagian depan stang. Selain itu secara desain juga sudah berubah dengan terlihat lebih lancip dan sporty. Generasi kedua ini dirilis pada semester 2 2011 namun sayangnya penjualan dari motor ini masih semakin menurun dari waktu ke waktu.

Honda Blade 110 Repsol

Di awal 2014, AHM menghadirkan generasi ketiga dari Honda Blade ini, kali ini mesinnya sudah lebih meningkat yaitu 125 cc. Namanya berubah menjadi New Blade 125 FI yang sudah dibekali teknologi fuel injection sehingga irit bahan bakar.

Namun sayang generasi terbaru tersebut juga tidak cukup mampu untuk menorehkan penjualan yang signifikan. Tahun berganti motor ini hanya mengalami perubahan striping saja. Hingga akhirnya di Februari 2019, secara resmi AHM mengumumkan telah melakukan discontinue terhadap motor ini.

3. Honda BeAT Pop eSP

Honda BeAT Pop pertama kali dirilis pada tahun 2014 untuk menemani BeAT eSP. BeAT Pop eSP ini merupakan penerus dari Honda BeAT sebelumnya yang sudah menggunakan teknologi injeksi namun belum dibekali dengan eSP. BeAT Pop eSP ini juga memiliki model desain yang berbeda dengan Honda BeAT lainnya. Lampu sein depan bergeser ke kedua sisi bawah lampu utama. Lekukan bodi sampai lampu belakang juga mendapat sentuhan baru.

Honda BeAT Pop eSP

Namun mungkin karena banyaknya varian BeAT dan juga desain yang berbeda dari BeAT lainnya, membuat penjualan dari BeAT Pop eSP ini tidak banyak. Honda BeAT Pop diketahui mengalami sentuhan terakhir kali pada 2017. Ada pembaruan didesain striping, desain pelek baru, serta penggunaan ban tubeless. Kendati demikian, AHM masih mempertahankan penjualan BeAT Sporty eSP dan BeAT Street eSP. Dan akhirnya di kuartal pertama 2019, motor ini menghilang dari daftar produk yang dijual AHM.

Nah, mungkin itu saja sedikit informasi mengenai 3 motor honda yang disuntik mati di tahun 2019 ini. Semoga bermanfaat.

baca juga:

2 KOMENTAR

Silakan Berkomentar